contoh kalimat kwan im
- The giant statue of Guan Yin was built two years later.
Patung raksasa Kwan Im dibangun dua tahun kemudian. - Dewi Kwan Im Temple, the Oldest temple in Belitung
Vihara Dewi Kwan Im, Vihara Tertua dan Terbesar di Pulau Belitung - Dewi Kwan Im Temple, the Oldest temple in Belitung →
Vihara Dewi Kwan Im, Vihara Tertua dan Terbesar di Pulau Belitung → - ← Dewi Kwan Im Temple, the Oldest temple in Belitung
← Vihara Dewi Kwan Im, Vihara Tertua dan Terbesar di Pulau Belitung - Drop by and visit the statue of the goddess of Kwan Im (if acceptable)
Singgah dan mengunjungi Patung Dewi Kwan Im (jika berkenan) - Dewi Kwan Im Temple, the Oldest temple in Belitung - Hello Indonesia
Vihara Dewi Kwan Im, Vihara Tertua dan Terbesar di Pulau Belitung - Hello Indonesia - Become a Bodhisattva on earth; emanate the compassion of Thousand-Armed Avalokiteshvara Bodhisattva!
Jadilah Bodhisattva di dunia; pancarkanlah welas asih dari Avalokiteshvara Bodhisattva atau Dewi Kwan Im bertangan seribu! - Officially, Sanggar Agung claims that the Guan Yin statue that just stand on the east side of the temple has a height of 18 meters.
Secara resmi, Sanggar Agung menyatakan bahwa tinggi patung Kwan Im di sisi timur bangunan Klenteng adalah 18 meter. - The former is highly regarded as having the power to confer prosperity, cure diseases, calm the sea and avert danger, while Guan Yin is known as the 'giver of sons'.
Bekasnya dihormati karena dianggap "memiliki" kekuatan untuk menganugerahi kemakmuran, obat, menenangkan laut dan menolak bala, sedangkan Kwan Im dikenal sebagai 'pemberi anak'. - Most sources claims that the height of Guan Yin statue at Sanggar Agung is about 20 meters, while the length of dragon statues each 6 meters.
Kebanyakan sumber mengklaim bahwa patung Dewi Kwan Im di Sanggar Agung memiliki tinggi sekitar 20 meter, sementara dua patung naga di bawahnya masing-masing sepanjang 6 meter. - Dewi Kwan Im Vihara was first discovered in 1747. It is said that Dewi Kwan Im prayed on a rock in Kon Im, one of the biggest prayers in this monastery.
Vihara Dewi Kwan Im ditemukan pertama kali pada tahun 1747. Konon, Dewi Kwan Im bersembahyang di atas batu yang ada di Kon Im, salah satu tempat sembayang paling besar di vihara ini. - Dewi Kwan Im Vihara was first discovered in 1747. It is said that Dewi Kwan Im prayed on a rock in Kon Im, one of the biggest prayers in this monastery.
Vihara Dewi Kwan Im ditemukan pertama kali pada tahun 1747. Konon, Dewi Kwan Im bersembahyang di atas batu yang ada di Kon Im, salah satu tempat sembayang paling besar di vihara ini. - A short break while shopping snacks typical of North Sumatra in patents, we stop to visit the statue of the goddess of Kwan Im (if acceptable), the trip continues to arrive in Parapat check in hotel
Istirahat sejenak sambil belanja makanan ringan khas Sumatera Utara di Toko Paten, singgah mengunjungi Patung Dewi Kwan Im (jika berkenan), perjalanan dilanjutkan tiba di Parapat check in hotel - In 863, the Japanese Buddhist monk Egaku (慧锷) and a Putuoshan local Zhang-shi (张氏) placed a statue of Guanyin at Chaoyin Cave (潮音洞) that would later become a popular tourist and pilgrim destination.
Pada tahun 863, biksu Buddha berkebangsaan Jepang, Egaku (慧锷), dan seorang penduduk lokal dari Putuo bernama Zhang-shi (张氏) menempatkan patung Kwan Im di Gua Chaoyin (潮音洞) yang nantinya menjadi tujuan wisata dan ziarah terkenal. - Helloindonesia.id – This temple is the largest and oldest temple in Belitung Island. Every day, this temple is crowded with visitors who want to worship or travel. This is Dewi Kwan Im Vihara, a temple which is now 266 years old.
Helloindonesia.id – Vihara ini menjadi vihara terbesar dan tertua yang ada di Pulau Belitung. Setiap harinya, vihara ini ramai didatangi pengunjung baik yang ingin beribadah maupun berwisata. Inilah Vihara Dewi Kwan Im, vihara yang kini sudah menginjak usianya yang ke-266 tahun. - Picked up in Medan airport. in Medan. A welcome snack and souvenir of Ulos. Go to Parapat via Pematangsiantar. Drop by Paten Shop for shopping souvenir, visit Kwan Im Goddess Temple. Hotel check in, lunch and dinner in a local restaurant. Free program.
Dijemput di bandara Medan. Diberikan snack selamat datang dan suvenir ulos. Menuju Parapat via Pematangsiantar. Singgah di toko Paten untuk berbelanja oleh-oleh, mengunjungi Pagoda Dewi Kwan Im. Check in hotel, makan siang dan malam di restoran lokal restoran. Program bebas. - Gùshi shíshī yǎn hóng 紅眼石獅故事 ("When the Lion's Eyes Turn Red") was a drama dance by "New Tang Dynasty Performing Arts Center" (choreography by Tia Zhang) to celebrate Chinese New Year in 2006, about a benevolent old lady and Guan Yin.
Gùshi shíshī yǎn hóng 紅眼石獅故事 ("Kisah Mata Shishi menjadi Merah") merupakan judul sebuah drama tarian oleh "New Tang Dynasty Performing Arts Center" (koreografi oleh Tia Zhang) untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2006, menampilkan seorang wanita tua yang baik hati dan Dewi Kwan Im. - Xuanwu is portrayed as a warrior in dark-coloured imperial robes, his left hand holding the "three mountain seal", somewhat similar to Guan Yu's hand seal, while his right hand is holding a sword, which is said to have belonged to Lü Dongbin, one of the Eight Immortals.
Xuan Tian Shang Di digambarkan sebagai seorang kesatria yang mengenakan jubah kekaisaran (pakaian perang keemasan); tangan kirinya membentuk "mudra tiga gunung " yang menyerupai mudra Kwan Im, dan tangan kanannya memegang sebilah pedang yang konon merupakan pedang milik Lü Dong Bin (salah satu dari Delapan Dewa (Tiongkok)).